dandelion

Tampilkan postingan dengan label my live. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my live. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2011

Sepotong cerita tentang CINTA

“Kalau aku cinta dia, rasanya ingin menjauh saja” kalimat itu terpikirkan dan akhirnya keluar juga selama ini. Hmm bulan-bulan ini bahasnya tentang cinta terus. Sepertinya bukan bulan ini saja, apa bisa dibilang umur-umur segini y. Bisa dibilang karena masa-masanya peralihan. Dan memang sudah saatnya bagi yang sudah siap lahir dan batin. Jadi kesimpulannya umur-umur segini, ^^..

Tak ada yang salah dengan cinta, namanya saja fitrah so pasti ada. Setiap manusia pun punya rasa sayang dan cinta kepada sesamanya. Cuman yang jadi populernya –ga mau memnyebut ini sebagai masalahnya^^- bahasan tentang cinta ini diulang dan dibahas berkali-kali dengan topik yang sama. Dan seringnya lagi –masih tidak mau menyebutnya sebagai masalah- yang dibahas berulang dan berkali-kali itu soal calon, kriteria calon, harapan, impian masa depan, cita keluarga bahagia, serta kawan-kawannya. Sekarang menurutku masalahnya adalah –baru keluar ni kata2 masalahnya- justru menjadikannya seperti khayalan yang melenakan. Seru sih bahasnya. Senang sih merangkai visi dan misi impian berkeluarganya tapi kembali lagi, terkadang justru itu melenakan. Sekali lagi melenakan. Membuat kita terbuai dengan manisnya khayalan yang tentunya itu belum pasti terjadi kalau kita tidak mengusahakannya. Nah makanya kadang sepakat juga dengan pemikiran tadi , kalau mencintai seseorang -untuk saat ini lebih baik menjauh saja. Bukannya tidak mau jatuh cinta, atau bahkan tidak punya cinta, tapi maunya bangun cinta ^^ -kayak kata Salim A. Fillah

Kenapa harus menjauh, padahal cinta kan fitrah dan harusnya membahagiakan dan menyenangkan. Tapi menurutku nyatanya tidaklah sesepele itu. Bagi yang paham sebagaimana mulianya cinta itu, seberapa berartinya mengelola cinta itu, pasti akan berpikir pikir lagi untuk jatuh cinta dengan lawan jenis, pasalnya jatuhkan sakit,^^. Jika ‘dia’ terbit di saat yang tidak tepat dan bukan pada kondisi yang tepat, maka jadinya hanya akan menyesakkan, kalau kata anak sekarang ni, membuat jiwa hati dan pikiran dalam ‘kegalauan’. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, itu artinya sibuk ramai sekali, tidak karuan (pikiran). Alias perasaan menjadi cemas, khawatir, takut, gundah dan gelisah. Ga menyenangkankan justru malah bikin stress. Makanya jika belum mampu mengelola hadirnya cinta itu jadinya malah kacaukan. So lebih baik menghindar sementara untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik. Untuk apa, untuk menyambut cinta yang diridhai Nya. Membangun cinta dan visi misi besar untuk menjadi keluarga rabbani. ^^.

Tidak dipungkiri dari muslim n muslimah, yang kebetulan mendapatkan godaan cinta dari someone, -baik pria wanita maupun akhwat ikhwan, yang didapati bukanlah sebuah kebahagian, kebanggaan bahkan keceriaan. Justru rasa takut, cemas, khawatir. Takut jika ternyata cintanya ini hanya karena nafsu dunia, takut akan datangnya cinta atau suka, simpati, nge-fans atau apalah bahasanya, justru melebihi cinta kepada Nya. Takut jika tidak bisa mengelola rasa itu, sehingga sering melamunkan sehingga banyak meninggalkan dzikir – mengingatNya. Cemas jika rasa sayangnya itu ternyata telah mengubah niat-niatnnya dalam beramal dan beribadah, cemas jika kedatangan ‘someone itu menghapus keikhlasan berdakwah yang telah dibangunnya. Khawatir dosa dosa karena merindukannya. Khawatir jika bicara sms telepon status chat dan segala bentuk interaksinya telah melenakan hati yang satu dan yang lainnya. Khawatir calon ikhwan/akhwat yang jadi suami/istrinya kelak, akan sakit hati dan cemburu melihatnya *just kid ^^ belum tau juga siapa jodohnya.

Jadi jangan menganggu muslim muslimah. Jika belum saatnya dan serius dengan sebuah pernikahan yang halal dan diridhaiNya, usahakanlah untuk tidak banyak menyingungnya. Baik di hati, di luar dan dimanapun. Lebih baik lagi mengusahakan bangunan nya dulu. Mempersiapkan diri dengan lebih baik, memantaskan dir bahwa kita telah siap mengelola cinta dan mengubahnya menjadi cinta yang lebih luas lagi –cinta untuk keluarga , cinta untuk dakwah islam, cinta untuk masyarakat dsb.

Tentunya masih banyak yang harus dipersiapkan, banyak yang harus dibangun, banyak yang harus di strtegikan dalam meraih masa depan yang diimpikan. Banyak belajar, bukan banyak menghayal. Banyak mengkaji tentang islam, bukannya banyak mengkaji calon pilihan ^^. Banyak mendalami sejarah dan hukum islam, bukan mendalami perasaan aja –just 4 muslimah ni. Banyak beramal dan berdakwah, bukan mendakwahi dan beramal cuman didepan calon pilihan. Banyak berbagai ilmu kehidupan secara islam, bukannya memperbanyak berbagai cerita tentang cinta2an yang fana. Banyak menghafal Al quran, menistiqomahkan ibadah harian, merajinkan sunah dan shadaqoh. Banyakkk lagi yang harus dilakukan dipelajari dipersiapkan. Apalagi untuk muslimah, calon ibu, umahat, madrasah bagi putra putrinya. Harus lebih belajar banyak lagi ni, tentang rumah, keluarga, anak, tetangga, masyarakat, ketrampilan rumah tangga, karier, dakwah so many things. Thann what we must to do,. ^^ semoga istiqomah dalam ketaqwaan di Jalan Nya.

Kemudian untuk berikutnya, Kembali lagi dengan bahasan tadi, tentang c.i.n.t.a. sebenarnya apa sih salahnya, gimana sih baiknya atau bagaimana cara mengelolanya. Lebih sepakat untuk mengaris bawahi tentang kata mengusahakannya, membangun cinta tentu, dan pastinya atas ridho Nya dengan cara-cara yang sesuai dengan aturannya. Gimana itu, ya membangunnya atau mengusahakannya atas dasar taqwa. Menjalankan perintahNyA dan menjauhi laranganNya. –pelajaran agama di SD,SMP,SMA,Kuliah pasti ada semoga tetap istiqomah menerapkannya di pelajar kehidupan ini ^^.

Kalau gitu coba kita kaitkan dengan fenomena saat ini. Pacaran, Pergaulan yang lewat batas syar’i, berdua-duaan, berboncengan , bergandengan tangan dengan non mahram, HTS aka hubungan tanpa status dll yang mengatas namakan cinta. Apakah Allah menyuruh kita untuk berpacaran, berduaan bergandengan tangan dan tak berstatus –yg ini asal nyambung aj he. Sudah pasti tidak. Bisa di tilik berikut Sabda Nabi : "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak mahramnya, karena ketiganya adalah setan." (HR. Ahmad), kemudian “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.`(HR. Thabrani dan Baihaqi). “Lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). "” "Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka.....Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka..." (QS. An-Nur: 30-31) Dan janganlah kamu mendekati zina: sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32). Yang ini sudah warning dari awal, terkait hubungan lawan jenis yang non mahram. Sudah jelas dan tidak perlu banyak diperdebatkan, yang penting dilakukan sesuai syariat dan ketentuan dari Nya. Semoga istiqomah. *sedikti membhas kenapa istiqomah terus, karena pada umumnya yang tau dan paham itu juga sudah banyak, namun sering lalai dan tidak istiqomah dalam mengemban amanah dan berjalan sesuai syariat NyA. Jadi semoga kita tetap istigomah berada di jalur yang benar ^^.

Daann Ada stu lagi yang penting, yang membuat kita ada,dan masih tentang cinta. CINTA ALLAH SWT. Cinta sejati yang tak kan pernah, tak kan dapat kita ukur kita hitung2 kita bandingakan. Subhanallah, dari semua cerita, *berpotong-pontong bahasan dan cerita tadi , smua tak akan pernah bisa luput dari cinta Nya. Adanya kita, hidupnya kita, semua karena Cinta NyA. Kasih sayang Allah Maha Mempesona, betapa pun kita mengkhianatinya, tiada terputus curahan nikmatnya. Tiada berakhir kasih dan rahmatnya. Segala perjalanan hidup kita, naik turun, pahit getir, susah senang semua ada dalam pengawasan dan genggamanNya. Masihkah kita berani mengabaikan Nya, melebihkan sesuatu yang lain di atas Nya,? .. Astaghfirullahaladzim, semoga Allah mengampuni dosa dan kelalaian kita karena nafsu dan godaan dunia.

Ternyata jadi berpotong-potong tentang episode ini,. Dan nantinya manusia akan menemui saat itu, waktu itu, masanya itu, tentang episode ini.

Kamis, 18 November 2010

Episode Terselip

1 Oktober 2010

Atau kah pada akhirnya saya memang harus mempelajari ini, yah kepingan episode yang ini. Yang kiranya menghabiskan sisa pikiran dah hati. Tapi toh semuanya pasti kan lewat dan terlalui. Cukup lihat saja apa yang akan terjadi nanti.Episode yang tak ku sukai,tapi tetap dan memang harus terjadi. Ayuk mulai saja untuk mencoba memahami.

Hmm, benar benar menguras hati. Pikiran tak tenang. Rasanya juga tidak nyaman. Saya sudah bingung mau memutar ide atau jalan seperti apa lagi agar dapat keluar dan segera menyelesaikan episode ini. Kalau ibarat pesinetron, cukup FTV sajalah, jangan lama lama, karena menambah pening di kepala.

Sifat hidup manusia adalah berdampingan, bersosialisasi tak bisa hidup sendir. Tapi jika merasa sendiri, itu yang sulit. Di tengah hiruk pikuk keramaian, lalulalang kesibukan, gegap gempita pekerjaan saya merasa hampa. Inilah tidak enaknya bagian episode hidup yang satu ini. Merasa sendiri.

Susah sekali kalau sudah terjatuh dalam lubang ini, beribu ribu bahkan berjuta juta orang yang memotivasi masih saja membuat episode ini terasa sepi. Namanya juga sendiri. Susah.Bingung.Gundah.Hampa.Tidak tahu harus gimana. Benar benar tidak suka kepingan episode ini.

Diri juga jadi bimbang menghadapi semua hal. Bagaikan semua beban di tanggung sendir. Berat.Penat.Jenuh. Tapi inilah yang namanya pelajaran hidup. Harus tetap dipelajari walaupun sakit and pahit. Semoga saja tidak salah mengambil kesimpulan dari segala hikmah yang tersembunyi ini.

Di episode kali ini, saya merasa yakin jangan gantungkan diri pada orang lain. Orang lain saja juga masih bergantung.Jadi saya harus cuma menggantungkan hati n diri pada Allah ta'alla..yang Maha akan segalanya. sayang buruknya saya terlalu banyak menelan racun racun kekecewaan dan mengakibatkan tidak percaya muncul. penyakit pesimis yg dulu pernah lama ada. Huft, yang namanya episode sendiri. Saya jadi ragu untuk mengungkap kan semuanya. Toh saya sudah kecewa, dengan meminta tolong kepada manusia yang nyatanya juga tidak sempurna.

Tapi hampir meledak saya jadinya,jika rasa rasa ini tidak terungkap dan diberi penawar solusinya.Bisa pusing tiap hari kalau memikirkan nya. Huh dasar episode sendiri. membuat saya tidak berkutik apa apa.

Dengan episode ini, bagaimana mungkin saya bisa berbagi berbagai cerita duka dan tawa. Adanya episode ini, mana mungkin saya sanggup percaya pada manusia yang lain nya. Gara gara episode ini, saya menjadi kehilangan akal dan kreatifitas produktif diri. Episode ini membuat orang orang pun tidak peduli dengan keberadaan, keadaan saya. kan ceritanya lg sendiri, jd org lain pun tak akan paham dan tahu.

Makanya saya tidak suka episode ini...

Kamis, 30 September 2010

Muhasabah Diri

(at , 3 Februari 2010, beberapa saat sebelum KP dan setelah menerima amanah baru)


Allah hamba hanya manusia biasa yang penuh salah dan khilaf

Izinkah hamba terus berada di jalan Mu

Ampuni hamba saat ku salah lalui jalan ini

Ingatkan hamba saat hamba terlupa dan beranjak pergi

Peringati hamba jika hamba salah mengerti

Jadikan hamba sebagai orang mukmin yang bertaqwa kepada Mu

Menyayangi dan mentauladani rasul Mu

Dan senantiasa berada di dalam keridha an Mu

Hukum hamba jika hamba terlupa kini

Tunjukkan hamba jalan yg pasti Engkau sukai

Jangan lenakan hamba dengan nafsu duniawi

Sucikanlah hati hamba saat bergerak dijalan ini

Bersihkan lah niat dan jiwa hamba saat melakukan sgala dakwah ini

Hanya kepada Mu hamba memohon Ampunan Mu...

Innallaha ma ana.............

Hanya karena 'aku'

(at 14Agustus 2009)

Terkadang aku ingin berhenti mengakhiri ini

Terkadang ku ingin pergi saja dari jalan ini

Saat ku Tanya kenapa, tahu kah kamu apa jawaban ku…

Menggelikan,.

aku takut karena ketidakmampuanku,

aku enggan karena ketidakpedeanku

aku lari karena kepangecutanku

aku menghindar karena kekuranganku

aku acuh karena kerendahandiriku

aku takut karena pribadiku

Hmm,.

Ternyata aku takut aku.., menggelikan!

Untung Alhamdulillah Allah selalu bersama ku

Allah lah spirit jiwaku

Allah lah sumber kekuatanku

Allah lah satu tujuanku

Allah lah pengetuk hatiku

Allah lah penguat langkahku

Allah lah petunjukku

Sungguh tak ada yang tau kekurangan dan keadaan ku kecuali Dia..

Sungguh tak ada yang tau tanggis dan pedih ku kecuali Dia

Sungguh tak ada yang tau langkahku tujuanku keinginanku kecuali Dia

Sungguh tak ada yang memahami ku bahkan aku pun tak tau kecuali Dia

SubhanAllah..

Cukuplah Allah yang tau, sungguh

Allah lah segalanya bagi ku.

Jadi teringat sebuahh kata mutiara pengetuk jiwa semangatku, hm kalau tidak salah bunyinya gini : “ Lelah mu, Letih mu, Sakit mu, Susah mu, Sedihmu, untuk mencapai keridhaan Allah, walau tak satu orang pun tau, yakinlah Allah Maha Tahu. Jadi aktifis tu keren ya, tapi….

Rabu, 17 Februari 2010

Entah Bagaimana ku Merangkainya


Tak ada yang tau bagaimana merangkai suatu hal yang tak pasti. Tak tau akhirnya bahkan mengawalinya pun tak bisa. Mungkin itu lah gambaran kehidupan manusia yang tak beragama. Entah bagaimana mereka bisa merangkai hidupnya di bumi-Nya tanpa tahu apa tujuannya. Jangankan merangkainya, untuk melihat apa yang perlu dirangkai saja tak bisa. Paling hanya menuruti hawa nafsunya semata. Yang halal jadi haram, yang haram jadi halal, yang baik jadi buruk yang buruk jadi baik. Dan beruntunglah orang-orang yang terlahir menjadi seorang muslim. Karena nikmat muslim,-beragama islam- yang membuat kita tahu bagaimana merangkai kehidupan di dunia.

Sekarang yang jadi masalahnya bagaimana ku merangkainya. Apa asal-asalan saja. Bagai merangkai sebuah manik di atas kain putih. Sebuah manik itu,-walau hanya sebuah- untuk memasangkan sebuah manik saja butuh berfikir, menentukan tempat yang bagus, kemudian menjahitnya dengan hati-hati dan halus. Kemudian manik berikutnya, disesuaikan dengan manik sebelumnya lalu dirangkai lagi dan dijahit serapi mungkin. Begitu seterusnya hingga manik-manik tadi menjadi sebuah rangkaian gambar bunga yang sungguh indah dan berkilau. Kilaunya menyejukkan siapa pun yang melihat, design sangat teratur dan rapi dan keindahannya sungguh luar biasa.

Begitu pula kita rangkai kehidupan dunia, penuh dengan hati-hati di setip buahnya, disetiap harinya, di setiap jamnya bahkan di setiap detiknya. Perlu perencanaan sebelumnya, butuh ide untuk menempatkan diri kita. Dimana n bagaimana seharusnya kita hidup di dunia. Mengawali semuanya dengan penuh kehati-hatian dan penuh perencanaan. Karena kita semua inginkan keindahan surga-Nya
Rata Penuh

Andai Kau Tahu IBU.....

Ibu andaikan kau tahu…

Kini ku tahu dimana jalanku

Ku tahu apa tujuan hidup ku

Ku tahu apa kewajibanku

Ku tahu bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah da jadi khalifah di bumiNya

Ibu andai kau tahu

Kini aku sudah bertambah dewasa

walau sering di depan mu ku selalu terlihat manja

Ibu andai kau tahu

Kini perjalanan ku mulai berliku

Masalah dan ujian kadang menghambatku

Ibu andai kau tahu

Kini sudah sejauh ini aku dapat melangkah

Baru sejauh ini aku sanggup buktikan pada mu bahwa aku bisa

Baru sejauh ini aku bisa tunjukan bahwa aku mampu membawa

Membawa hidupku menuju tujuanku

Ibu andai kau tau

Aku memang bukan orang besar tapi sedang berusaha berpikir besar jauh kedepan

Ibu andai kau tahu

Semua jalan dan tujuan hidupku sudah Nampak jelas di dalam hatiku

Apa ibu tahu?

Apa reaksi ibu jika ibu tahu….

Jika ibu tau aku kini punya segudang aktifitas dikampusku

Bukan hanya kuliah saja ibu, maaf ku tak bercerita padamu

Hanya kukatakan “kegiatan kampus” saja

Jika ibu tau aku kini mengikuti banyak wajihah dan amanah

Bukan amanah belajar saja ibu, tapi amanah lain yang tak kalah pentingnya

Hanya ku bilang “kegiatan kampus” saja

Jika ibu tau kini ku punya banyak teman dan saudara sesama muslim, ikhwahfillah

Tak hanya sekedar teman biasa, namun teman penuntunku ke surga

Hanya ku sampaikan “teman kuliah” saja

Percayakah engkau ibu,..di luar sana aku berusaha jadi wanita yang mandiri tak manja

Di luar sana aku berusaha jadi pemimpin-pemimpin kecil dan tak lagi merenggek meminta

Di luar sana aku berusaha menjadi muslimah yang taat tak lagi malas

Ibu ku ingin kau tahu semua kehidupanku

Ku ingin kau tahu semua perjalanan ku

Ku ingin kau mendukungku

Rindu IBu…

Namun enggan ku bercerita semua itu padamu

karena tahu kekhawatiranmu

Karena tau besarnya kasih sayang mu

Karena tahu betapa pedulinya engkau padaku

Karena begitu besar penjagaanmu

Aku tau itu, karena ibu sangat mencintai ku

Sayang ibu tak paham jalanku aku pun tak sanggup berkata padamu ibu

Sayang ibu tak mengerti kegiatanku dan lemahnya aku tak pandai memberitahumu

Sayang ibu tak melihat langkahku dan parahnya aku tak menunjukkannya padamu

Allah ampunilah aku dan kedua orang tua ku….

Ibu andai kau tahu

Terkadang aku sedih, saat kau tak bangga dengan hijabku

Namun engkau tak pernah melarangku

Terkadang aku sedih, saat kau tak senang dengan aktifitasku

Namun engkau tak pernah melarangku -dan kan ku jelaskan semua kegiatanku-

Terkadang ku kecewa saat kau bangga bercerita kekasih putri tetangga

Namun engkau tak pernah memaksaku -dan kan kubuktikan bhwa yg halal hny pernikahan saja-

Terkadang aku kecewa, saat kau tak percaya kata-kata ku

Namun kau berusaha menyerahkan semua keputusan kembali kepada ku -dan aku takkan menyia siakan kepercayaan mu-

Aku sedih saat kau mengira aku mengikuti aliran2 khusus, sungguh yang kucari hanya jalan menuju Rabb ku ibu, rabb qt semua. Tanpa meninggalkanmu

IBu andai kau tahu….andai kau tahu engkau pasti mendukungku kan….

Ku tak berharap kan kau hentikan langkah ku

Ibu maafkanlah aku yang selalu membuatmu khawatir ibu

Yang selalu membuatmu menunggu di depan pintu jika larut belum membawaku pulang ke tmpatmu

Ibu maafkanlah aku

Yang seringkali membuat mu khawatir dan menelfonku hingga berkali-kali jawabnya

Maafkan aku ibu

Yang seringkali terdiam dan tersenyum saat di Tanya pulang malam

Karena ku jelaskan pun malah membuatmu semakin mengkhawatirkanku

Tapi percayalah pada ku ibu

Aku takkan mengecewakan mu

Aku takkan membuatmu bersedih

Ku kan persembahkan yang terbaik untukmu

Jadi anak shaleh, pintar, rajin, dan semua yang membanggakan mu -sesuai ajaran islam tentunya-

Doa kan aku ibu agar ku istiqomah menjalaninya

Agar ilmu-ilmu ku bermanfaat nantinya fi dunya wal akhirat

Sungguh insyaAllah semua yang aku lakukan tak menyimpang dari ajaran Islam

Semua yang kulakukan insyaAllah untuk kemanfaatan dunia dan akhirat

Semua yang ku korbankan untuk mencari ridha Allah saja

Terimakasih ibu sudah menyayangiku selalu,mencintaiku, mengkhawatirkanku dan mendukungku sejauh ini…

Love you so much cos ALLAH ...